“Oh …..! Aku berterima kasih kepada orang tuaku telah mempertemukan Aku dengan Jimmy. Bokeb Jujur saja, Aku juga mulai menyayanginya. Kenapa Aku mau menerima lamaran seorang pria yang 17 tahun lebih tua? Jimmy menjadi jarang memberiku “nafkah bathin”, jarang menyetubuhiku.Kehidupan seks-ku waktu remaja boleh dibilang “kuno”. Tadi dengan diam-diam dia melepas rits celana dia, melorotkan CDnya dan mengeluarkan “isi”nya. Dia begitu sibuk mengurus usahanya sampai “lupa” mencari calon isteri. Lalu Hendrik mencium bibirku lagi, kali ini Aku tak menolak, tapi masih pasif. Bahkan dikala libur, Jimmy “minta” beberapa kali dalam sehari. Keempat, meskipun Aku punya banyak kawan lelaki dan beberapa diantaranya naksir Aku, tapi semuanya hanya sebagai teman biasa saja. Kalau tak perlu benar Aku jarang memakai atasan yang ngepas, sebab tonjolan kembarnya makin nyata, walaupun bra yang kupilih jenis yang tipis …..Rumah kami sering didatangi mahasiswa yang ingin kost, sewa kamar, atau ngontrak. Kalau tak perlu




















