“Ih.. Bokep Japan “Atau aku Renggut Keperawananmu!” Teriakan Fahris menggelegar. Ternyata, pembungkus benda tersebut sangatlah banyak, sehingga saya pusing untuk membukanya satu persatu. Setelah hari itu, aku menjadi sahabat dengan Gloria, dan akhirnya, kamipun bertualang bersama-sama. Aku setelah dari tempat itu, berniat pergi ke sebuah Multiplayer. Karena saat itu tidak ada orang, saya iseng untuk mencobanya dengan naik di atas tiang penyangga. Tetapi, aku berusaha untuk tetap berada di langit-langit meskipun aku hanya bertumpu dengan Tiang datar dengan lebar 30 cm. Sayapun memberikan Kamera yang saya gunakan untuk menfoto Fahris dan NT tadi. Karena tempat itu cukup luas, saya mencoba untuk mendengarkan suara mereka dengan mendengarkan gemanya. “Jangan macam-macam kamu, cepat serahkan!” NT meneruskan. Setelah kulihat ada sumber suara tersebut, tenyata itu adalah Gloria yang masuk lewat Pintu dan terjatuh dan kakinya mengenai Lantai dan sepertinya ia Lumpuh sementara (Paralyze). “Segera kuambil keperawananmu!!” Lanjut Fahris.




















