Malam itu aku bermimpi basah dengan mbak Dewi. Bokep Aku biasanya memanggilnya mbak Dewi, kebiasaan dari kecil mungkin. Penisku makin lama makin panjang dan besar. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Tercium bau harum parfumnya.“Kamu sudah punya pacar Wan?”, tanya mbak Dewi.“Nggak punya mbak”“Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?”“Saya aja yang nggak tertarik ama mereka”“Lha koq aneh? Di mobil pun kami diam. “Ini luar biasa, mbak Dewi sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?”“eh?”, aku kaget.“Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Semenjak itu pula aku menyimpan perasaanku, dan merasa nyaman ketika berada di samping mbak Dewi. Ia memakai tshirt ketat. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis.




















