“Nin maaf ya, aku balik duluan.” pamitku dengan sedikit terhuyung karena Nita menarik tanganku dengan keras.“Iya Bram, enggak papa kok. Bokepjepang Untung aku berguru sama guru Chintung, master of seribu alasan.“Terus kenapa itu mu kok bisa gede gitu?” tanyanya lagi.Kudekati dan kutatap wajahnya dengan mata yang sedikit kusipitkan dan bertanya “Oh… ituku gede ya?”PLETAK!!“Aduhh.. Namun sorot matanya pada Nita menggambarkan pancaran yang penuh kebencian.“Aku duluan, ya Nin.” ujar Nita berpamitan dengan senyum merekah dan mata berbinar menatap Nina. Clooop…. Uyeeaahhhh….Tiada tempat untuk mengadu
Tempat mencurahkan isi kalbu
Cinta kasih dari ayah dan ibu
Hanyalah peri yang palsu. “Bram, kamu gak makan?” tanya Nina.“Tadi udah sarapan di rumah.” jawabku jujur.“Kamu emang lagi gak ada kuliah? PART I“Anak jalanan kumbang metropolitan
Selalu ramai dalam kesepian
Anak jalanan korban kemunafikan
Selalu kesepian di keramaian. “Nin maaf ya, aku balik duluan.” pamitku dengan sedikit terhuyung karena Nita menarik tanganku dengan keras.“Iya Bram, enggak papa kok.




















