Bibirnya semakin ganas melumat serta menyedot bibirku. Bokep Mama Kurang lebih tiga kali, aku melakukan sex di luar jam kerja Ayu. Aku menjadi enggan lagi berhubungan sexual. Tak peduli dengan keadaan Ayu yang sudah tidak respon lagi. Membuat aku semakin ganas menggerayangi tubuhnya. Kumasukan penisku dengan mudah. Membuat aku bingung dibuatnya. Tentu saja dia menganggukan kepala, sambil beranjak dari tempat duduknya. Tangan Ayu menekan pantatku, sehingga aku tertantang untuk mempercepat gerakannya. Keduanya matanya pun terpejam. Kuremas tubuh Ayu dengan lebih keras. Bukan sekali dua kali, aku melakukan persetubuhan dengan kekasihku. Sampai aku pun tak sadar, kalau tetangga kontrakanku sedang memperhatikan di depan pintunya. Tentu saja dia menganggukan kepala, sambil beranjak dari tempat duduknya. Memang di satu sisi, aku tidak jadi Memperkosa seorang wanita lugu. Sementara tanganku tak hentinya meremas sekujur tubuhnya.










