Akhh. Bokep India Anto.. Dia menatapku lagi seakan-akan minta perlindungan. Kami dapat kamar bersebelahan. Akhh. Toh aku tidak berniat memacarinya.“Kerja di mana sih?” Pertanyaanku mulai menjurus hal-hal yang personal. Della memprotes dan tangannya memegang pinggangku serta menggerakkannya naik turun. Ketika kulepaskan bibirnya yang justru mencari-cari bibirku. Besok pagi saya antar ke Ciawi. Belum sempat beresin. Aku memulai percakapan.“Ke Jakarta?” tanyaku. Dengan pertimbangan biaya kuajak dia untuk makan di warung tenda saja. Katanya manja. Ia melengos mukanya memerah, mungkin tersinggung dengan ucapanku tadi.Satu jam berlalu dan kulihat ia menjadi gelisah sambil terus-menerus memandang keluar, ke arah landasan. “Anto,” kataku sambil kujabat tangannya.Aku berpikir, kalau saja dia tidak memerlukan pertolonganku, mungkin dia tidak akan mengajak berkenalan. Ketika mulutku akan menyapu vaginanya ia menarik kepalaku ke atas dan menciumiku kembali.“Jangan.. Bahkan bukan sombong, tempat-tempat yang disebutkan di dalam liputan itupun bukanlah sesuatu yang asing bagiku.




















