Akhirnya mulutnya bertemu dengan mulutku dimana lidah kami saling beradu dengan liar. Bokep Arab Sambil meremas pantatku Pak Qadar mendorongkan penisnya itu ke vaginaku. Dan dari sini pula diriku belajar bahwa terkadang perjuangan itu perlu pengorbanan apa saja. Dengan lemas dan pucat diriku melangkah keluar dari situ dan hampir bertabrakan dengan Bu Hany yang menuju ke ruangan itu. Benda itu, juga bulu-bulunya basah sekali oleh cairanku yang masih hangat. Dalam perjalanan pulang dimobil pun pikiranku masih kalut sampai mobil di belakangku mengklaksonku karena tidak memperhatikan lampu sudah hijau. Diriku masih lemas dan duduk bersimpuh di lantai di antara kedua kakinya, kugerakkan tangan kananku meraih penisnya yang belum ejakulasi. “Bentar yah Dik, bapak bersihin dulu punyamu ini” katanya seraya menempelkan mulutnya pada kerimbunan bulu-bulu kemaluanku. Kesempatan ini tidak disia-siakan beliau yang langsung melumat yang kiri dengan mulutnya dan meremas-remas yang kanan serta memilin-milin putingnya.




















