Saat tangannya beralih meremas
payudaranya, terbukalah kewanitaannya. Bokep Montok Siang
itu aku pulang cepat dari sekolah, karena guru sedang rapat. Mukanya yang sedikit hitam
bertambah gelap. Bau tubuh Kak Tina memang aneh, agak-agak sangit. “Sudahlah, Nanti juga kamu tahu sendiri”. “Sudahlah, Nanti juga kamu tahu sendiri”. Kumasukkan kembali novel-novel
itu. Otakku sudah tak mampu
lagi membaca. Sepatu-sepatu
terjatuh menimbulkan suara berisik. “Kau sudah pulang, Sapto?”. Ini bacaan orang besar”. Kami tak pernah
bersetubuh. Naluriku menyuruhku untuk
menekan punggungku ke dadanya. Entah ide dari mana, pelan-pelan tanganku
menyentuh dadanya. Mulai
membaca.Ceritanya mengenai seorang wanita bernama Marisa, yang liar dan
haus seks. Walau
sedikit kesulitan, Kak Tina terus membaca. Bau tubuh Kak Tina memang aneh, agak-agak sangit. “Iya Kak”. Kuambil Nick Carter. Dia suka membaca. Dia tidak melarang. Tapi memang celanaku basah sekali. Samar-samar
kuamati ada sekumpulan rambut di sana. Kejantananku meronta
di balik celanaku, yang saat itu belum terbiasa memakai underwear. Lalu hidungnya mencium tangannya, aku agak heran.




















